Hosting Unlimited Indonesia

ASUS Zenfone 2

ASUS Zenfone 2 [ZE550ML] - Glamour Red

Total Pageviews

Profit SMS 125x125

Translate

Dapet Duit Dari Twitter 125x125
Metro Kalimantan News. Powered by Blogger.
Showing posts with label Metro Kaltim. Show all posts
Showing posts with label Metro Kaltim. Show all posts

130 DBD Ditemukan Oleh Dinkes Panajam

Written By Unknown on Monday, May 25, 2015 | Monday, May 25, 2015

DBD
Samarinda (Metro Kalimantan) - Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada periode Januari hingga pekan ketiga Mei 2015, menemukan sebnyak 130 warga yang terserang demam berdarah dengue (DBD), satu di antaranya meninggal dunia.

"Curah hujan di wilayah Penajam Paser Utara cukup tinggi mengakibatkan kasus demam berdarah semakin meningkat. Hingga pekan ketiga Mei 2015, terdata 130 kasus DBD, satu di antaranya meninggal dunia," ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara Sutrisno di Penajam, Senin (25/5).

Pada musim hujan, kata Sutrisno, penyakit DBD bisa menjadi ancaman serius, karena penyakit yang disebabkan nyamuk "aedes agepty" itu semakin meningkat.

Wilayah rawan penyebaran demam berdarah di Kabupaten Penajam Paser Utara, lanjut Sutrisno, yakni, di kawasan Gunung Intan dan Petung, sehingga diperlukan kewaspadaan yang cukup tinggi di dua daerah tersebut.

Ia mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit melalui gerakan tiga M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang-barang bekas serta menaburkan bubuk "lavarsida" (abate) di tempat penampungan air.

"Tingginya kasus DBD bukan hanya tanggung jawab petugas kesehatan, namun juga masyarakat dengan tidak membuang sampah sembarang tempat," katanya.

"Masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan tempat penampungan dan saluran air, agar tidak tersumbat yang membuat air menggenang karena beresiko menjadi sarang nyamuk 'aedes aegypti' penyebab penyakit DBD," ungkap Sutrisno.

Untuk mencegah penyebaran nyamuk "aedes aegypti" yang dapat membawa virus "dengue" penyebab penyakit demam berdarah tambah dia, Dinkes Penajam Paser Utara telah melakukan pengasapan (fogging).

Selain DBD, kata Sutrisno, banyak penyakit yang mengancam pada saat musim hujan, seperti diare dan penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri dan parasit, meliputi influenza dan leptospirosis atau demam.

"Masyarakat harus menerapkan perilaku hidu sehat dan bersih, karena pada musim penghujan banyak penyakit yang mengancam selain demam berdarah," ujarnya.(ant/sp/mk07)
Monday, May 25, 2015 | 0 komentar | Read More

Sungai Mahakam Meluap, Samarinda Kembali Terendam

Written By Unknown on Thursday, April 23, 2015 | Thursday, April 23, 2015

Sungai Mahakam Meluap (Ant)
Samarinda (Metro Kalimantan) - Banjir akibat air pasang Sungai Mahakam setinggi 2,3 meter melanda sebagian wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Temindung Samarinda Sutrisno mengatakan, selain pasang Sungai Mahakam, banjir juga disebabkan curah hujan yang cukup tinggi.

"Curah hujan yang melanda Kota Samarinda dan sekitarnya hari ini mencapai 56,8 mili meter. Jadi, selain pasang Sungai Mahakam dengan ketinggian hingga 2,3 meter, banjir juga disebabkan akibat tingginya curah hujan yang berlangsung sejak Kamis dinihari hingga siang," ujar Sutrisno ketika dihubungi di Samarinda, Kamis (23/4).

Menurut ia, pasang Sungai Mahakam diperkirakan masih akan berlangsung pada Jumat (24/4) dengan puncak pasang setinggi 2,2 meter dan berlangsung pada pukul 10.30 Wita.

"Pada Sabtu (25/4), pasang Sungai Mahakam sudah berangsur surut dengan puncak pasang setinggi 2,1 meter yang berlangsung pukul 11.12 Wita. Namun, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih tetap berpeluang terjadi sebab puncak hujan di Samarinda akan berlangsung hingga Mei 2015," ujar Sutrisno.

Dari pantauan Antara, banjir yang melanda sebagian Kota Samarinda dengan kondisi terparah berada di kawasan Perumahan Bengkuring dengan ketinggian air hampir mencapai satu meter.

Genangan air dengan ketinggian 60 hingga 70 sentimeter terjadi di Jalan Wahid Hasyim hingga Jalan AW Syahranie. Genangan air juga terlihat di kawasan Jalan Pangeran Suryanata hingga Jalan Pangeran Antasari dengan ketinggian 40 hingga 80 sentimeter.

Di beberapa kawasan seperti Jalan Lambung Mangkurat, Jalan Gerilya, Jalan Gatot Subroto, termasuk kawasan Simpang Empat Mal Lembuswana juga sempat tergenang, namun pada Kamis sore genangan air berangsur surut.

"Kami mengimbau warga agar tetap mewaspadai terjadinya banjir dalam beberapa hari ke depan, sebab puncak hujan di Kota Samarinda akan berlangsung pada Mei 2015, sementara pasang Sungai Mahakam juga masih berlangsung," kata Sutrisno.(Ant/B1/mk08)
Thursday, April 23, 2015 | 0 komentar | Read More

Samarinda Hemat 70 Persen Energi Listrik

Written By Unknown on Monday, March 30, 2015 | Monday, March 30, 2015

Solar Cell (ant)
Samarinda (Metro Kalimantan) - Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sejak dua tahun terakhir telah melakukan penggantian lampu median jalan protokol dengan aplikasi satu tiang listrik tidak sampai 500 watt sehingga dapat menghemat energi listrik hingga 70 persen.
"Sejak dua tahun lalu kami telah berupaya melakukan penghematan melalui penggantian lampu di median jalan protokol yang lebih hemat energi. Kalau dahulu, satu tiang bisa mencapai 1.000 watt, tetapi yang terpasang saat ini satu tiang listrik dayanya hanya 500 watt," kata Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang pada peringatan Hari Bumi di Samarinda, Minggu (29/3).

Peringatan Hari Bumi tersebut diprakarsai Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Unmul Samarinda didukung Dinas Kebersihan Pemkot Samarinda, SKK Migas, serta Total Indonesia.

Selain itu, kata Syaharie Jaang, Pemerintah Kota Samarinda juga telah melakukan studi banding di Jakarta untuk mempelajari produk baru lampu hemat energi dengan sistem komputerisasi.

"Sistim baru ini sangat baik karena bisa menggunakan daya energi listrik sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, satu median jalan terdapat 50 tiang, lampu yang menyala bisa 20 tiang saja dengan melihat kebutuhan," kata Syaharie Jaang.

Kota Samarinda, kata dia, juga akan mulai mengimplementasikan lampu hemat energi melalui sistem komputerisasi itu.

"Kini, tinggal cari cara untuk menurunkan wattnya saja. Pemkot Samarinda siap memfasilitasi atau mendanai kerja sama penelitian tentang hal ini antara Dinas Kebersihan dan Mahasiswa teknik Lingkungan Unmul," ujar Syaharie Jaang.

Sementara itu, perwakilan manajeman Total Indonesia Rahmat Jatmiko mengakui bahwa perusahaan minyak dan gas (migas) tersebut saat ini tengah mempromosikan lampu tenaga sinar matahari.

"Ke depannya, andai setiap rumah ada solar panel, tidak perlu listrik lagi sebab masyarakat bisa menggunakan energi matahari yang sangat melimpah," kata Rahmat Jatmiko.

Matahari sebagai sumber energi yang melimpah, menurut dia, harus dimaksimalkan karena Indonesia adalah daerah tropis, khususnya Kalimantan Timur yang dilewati garis lintang, sebenarnya bisa memaksimalkan tenaga matahari sehingga tidak harus bergantung terus pada sumber alam, seperti minyak dan batu bara.

Selain itu, lanjut dia, harus diciptakan sumber energi lainnya, seperti dari limbah kelapa sawit ataupun gas metan dari sampah itu suatu tantangan bagi para mahasiswa untuk mengeksplorasi studinya.

"Kita patut bersyukur karena Indonesia diberi kekayaan alam yang berlimpah. Karena daerah tropis, matahari bisa digunakan sebagai sumber energi yang besar. Beda dengan Eropa yang mungkin disinari matahari penuh hanya sekitar dua bulan saja," ungkap Rahmat Jatmiko.(ant/b1/mk03)
Monday, March 30, 2015 | 0 komentar | Read More

158 Menara Telekomunikasi Belum Berizin Di Tenggarong

Written By Unknown on Thursday, March 26, 2015 | Thursday, March 26, 2015

Menara Telekomunikasi (Ant)
Tenggarong (Metro Kalimantan) - Sebanyak 158 menara telekomunikasi yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, belum memiliki izin dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat.

Kepala Diskominfo Kutai Kartanegara H Surip, mengatakan terdapat 287 menara telekomunikasi yang ada di daerah itu, sebanyak 129 sudah mengantongi izin sementara 158 belum berizin.

Dari 129 yang telah berizin, kata Surip, baru enam pemilik menara telekomunikasi yang telah menunaikan kewajiban membayar retribusi.

"Masyarakat sangat membutuhkan sarana telekomunikasi sehingga kami masih memberi kesempatan kepada para provider agar segera mengurus perizinan," ungkap Surip, saat digelar rapat koordinasi penataan, pembangunan dan proses perizinan menara telekomunikasi, di Tenggarong, Rabu (25/3).

Rapat Koordinasi menghadirkan narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan dari Diskominfo Kaltim dengan dihadiri para provider dan operator seluler, instansi terkait, aparat kecamatan dan kelurahan/desa yang ada di Kutai Kartanegara. Dikatakan Surip, rapat ini bertujuan menertibkan menara telekomunikasi yang belum memiliki izin dan membayar retribusi.

Sementara Asisten Bidang Administrasi pemerintahan dan Umum Setkab Kutai Kartanegara Chairil Anwar, mengatakan pelaksanaan penataan dan pengawasan pembangunan menara telekomunikasi kerap bersinggungan dengan pemilik menara atau provider dan operator seluler.

"Untuk itu, koordinasi dan kesepahaman dari semua pihak dapat duduk bersama dan saling bekerja sama, agar pelayanan pubik di sektor komunikasi dapat berjalan baik," ujar Chairil Anwar.

Penyelenggaraan rapat koordinasi itu, menurut Chairil, merupakan upaya Pemkab Kutai Kartanegara untuk mempertemukan berbagai pihak dalam menghadapi kendala di lapangan, baik aspek sosial, politik, ekonomi dan hukum.

Ia juga berharap rapat koordinasi tersebut dapat melahirkan rencana aksi penertiban terhadap menara telekomunikasi yang belum memiliki izin.

"Rencana aksi itu berisikan siapa harus berbuat apa dalam penanganan masalah ini, sehingga jelas dan secepatnya bisa beraksi," ungkap Chairil. (Ant/B1/Mk03)

Thursday, March 26, 2015 | 0 komentar | Read More

12.125 Ekor Sapi Dialokasikan Untuk Kalimantan Timur

Written By Unknown on Sunday, March 22, 2015 | Sunday, March 22, 2015

Sapi Bakalan untuk Indukan dan  Bibit
Samarinda (Metro Kalimantan) - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim dalam tahun anggaran 2015 mendapat alokasi pengadaan sebanyak 12.125 ekor sapi indukan dan sapi bibit. Dana didapatkan dari APBD Kaltim, pemerintah pusat melalui APBN Murni maupun dari APBN Perubahan.

"Pengadaan dari APBD Provinsi Kaltim 2015 totalnya sebanyak 1.127 ekor, kemudian total bantuan dari APBN 2015 melalui Kementerian Pertanian sebanyak 10.998 APBN," ujar Sekretaris Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Woro Triani di Samarinda, Sabtu (21/3).

Rincian pengadaan sapi dari APBD Kaltim yang sebanyak 1.127 ekor itu adalah sebanyak 950 ekor merupakan sapi indukan jenis Brahman Cross (BC) bunting impor, kemudian sapi lokal sebanyak 177 ekor.

Sejumlah sapi tersebut untuk didistribusikan ke sejumlah peternak sapi yang tergabung dalam Kelompok Tani Ternak di seluruh kabupaten maupun kota di Kaltim.

Sedangkan bantuan pengadaan sapi dari pemerintah pusat yang mencapai 10.998 ekor itu adalah dari APBN Murni dialokasikan 698 ekor sapi lokal, kemudian melalui APBN Perubahan dialokasikan pengadaan sapi indukan BC impor sebanyak 10.050 ekor, dan sapi lokal sebanyak 250 ekor juga dari APBN Perubahan.

Jumlah bantuan dari APBN yang hampir 11.000 ekor sapi tersebut, akan dimanfaatkan oleh Dinas Peternakan Provinsi Kaltim untuk pengembangan sapi melalui integrasi sapi dengan perkebunan kelapa sawit. Termasuk pola integrasi sapi dengan lahan eks tambang batu bara.

Sapi-sapi yang segera didatangkan ke Kaltim melalui bantuan Kementerian Pertanian, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan tersebut merupakan sapi indukan jenis Barhman Cross asal Australia.

Bantuan tersebut merupakan salah satu langkah dalam mewujudkan 2 juta ekor sapi di Provinsi Kaltim pada 2018, sehingga dalam beberapa tahun ke depan Kaltim akan mampu swasembada daging asal sapi, bahkan akan mampu menjadi salah satu daerah di Indonesia sebagai penyedia sapi.

"Sesuai hasil rumusan dari Rapat Konsultasi dan Koordinasi Teknis Daerah tentang Pembangunan Peternakan Kaltim beberapa hari lalu di Samarinda, diperoleh kesepakatan tentang langkah selanjutnya dalam menindaklanjuti keberhasilan pengembangan dari bantuan yang akan diberikan itu," kata Woro.

Rumusan yang diperoleh dalam rapat tersebut di antaranya semua pihak terkait harus berkomitmen tinggi dalam menjaga kontinuitas ketersediaan pakan. Kemudian harus ada dukungan APBD dari kabupaten dan kota untuk penyebaran ternak sapi BC indukan impor, yakni bantuan untuk pengadaan obat-obatan, penyebaran ternak, pelatihan peternak, perbaikan kandang untuk kelompok ternak, dan pembinaan terhadap kelompok ternak penerima bantuan sapi. (ant/sp/mk05)
Sunday, March 22, 2015 | 0 komentar | Read More

Tol Samarinda-Balikpapan Harus Jadi Prioritas

Written By Unknown on Saturday, February 14, 2015 | Saturday, February 14, 2015

Ilustrasi Jalan Tol (ant)
Samarinda (Metro Kalimantan) - Terhambatnya pembangunan jalan tol yang menghubungkan Samarinda dengan Balikpapan karena persoalan anggaran disesalkan oleh Anggota DPRD Kalimatan Timur, Saefuddin Zuhri. Padahal, tol tersebut sangat penting untuk meningkatkan perekonomian antara dua kota besar tersebut.

Disebutkan Sefuddin, tol ini merupakan tol pertama di Kalimantan dan bisa memperpendek jarak dan waktu tempuh yang artinya akan membuat mobilitas ekonomi semakin baik. "Sangat disayangkan rencana penyelesaian tol itu akan sampai 2019.

Padahal harusnya bisa jadi prioritas pemerintah pusat untuk memajukan perekonomian Kaltim," kata Saefuddin Zuhri, Anggota DPRD asal Fraksi Partai NasDem ini.

Tidak hanya itu, Saefuddin mengatakan selain untuk peningkatan ekonomi tol ini juga mempermudah akses bagi masyarakat.

"Ini harus segera direalisasikan. Sebagai wakil rakyat tentu suara ini mewakili aspirasi masyarakat, bahkan jika ini segera dilakukan adalah sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat kepada Kaltim yang disebut sebagai lumbung energy," tandasnya.

Diketahui Pemerintah pusat pada 2014 lalu telah mengalokasikan dana APBN sebesar Rp 1 triliun untuk pembangunan jalan tol Samarinda-Balikpapan, Kalimantan Timur sepanjang 99,2 kilometer.(sp/mk05)
Saturday, February 14, 2015 | 0 komentar | Read More

Tersangka Kredit Fiktif Rp.129 Miliar Ditangkap

Written By Unknown on Sunday, February 1, 2015 | Sunday, February 01, 2015

Medan (Metro Kalimantan) - Boy Hermansyah, Bos perusahaan PT Bahari Dwikencana Lestari, yang sudah tiga tahun menjadi borunan dalam kasus dugaan kredit fiktif senilai Rp 129 miliar di Bank Negara Indonesia (BNI) 46 Cabang Jl Pemuda Medan, akhirnya ditangkap di Cengkareng.

"Perkara ini ditangani kejaksaan, dan penangkapan oleh Polda Sumut. Kita akan melakukan koordinasi atas kasus korupsi tersebut. Negara mengalami kerugian sekitar Rp 117,5 miliar," ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Chandra Purnama di Medan, Jumat (30/1).

Chandra mengatakan, perkara yang melilit Boy Hermansyah itu ditangani Kejati Sumut sejak tahun 2011 lalu. Kejaksaan menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yang seorangnya dari Appraisal. Kasus ini dilanjutkan sampai ke pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Medan.

Dijelaskan, beberapa di antara tersangka yang diproses tersebut, sudah ada yang dilimpahkan sekitar bulan November 2012 lalu. Saat itu, Boy Hermansyah yang diduga terlibat dalam kasus kredit fiktif itu menghilang ketika kasusnya ditangani penyidik. Kejaksaan memburunya.

"Kasus ini berawal dari permohonan kredit yang diajukan perusahaan Boy Hermansyah ke BNI 46 sebesar Rp 133 miliar, sekitar tahun 2009. Perusahaan itu mengagunkan perkebunan sawit. Kemudian, pihak bank mengabulkan pinjaman sebesar Rp 129 miliar," katanya.

Perkebunan itu dianggap fiktif karena ada pihak lain yang mengklaim perkebunan itu bukan milik Boy Hermansyah.(sp/mk03)
Sunday, February 01, 2015 | 0 komentar | Read More

Kilang Minyak Terbesar di Indonesia Ada di Bontang

Written By Unknown on Tuesday, January 13, 2015 | Tuesday, January 13, 2015

Ilustrasi Kilang Minyak (ant)
Samarinda (Metro Kalimantan) - Wali Kota Bontang, Kalimantan Timur Adi Dharma mengatakan, daerah itu akan segera memiliki kilang minyak terbesar di Indonesia.

"Tahun ini (2015) kami akan mengupayakan berkunjung ke beberapa Kementerian untuk memastikan proyek pembangunan kilang pengolahan minyak di Bontang. Sangat disayangkan kalau proyek ini tidak terlaksana," ungkap Adi Darma, Senin (12/1).

Rencana pembangunan kilang minyak itu kata Adi Dharma sudah mengemuka sejak 2012 namun saat itu masih terbentur lahan.

"Lahan yang dibutuhkan untuk membangun kilang minyak itu seluas 500 hektar dan saat ini Pemkot Bontang sudah mendapatkan lahan tersebut," kata Adi Dharma.

Adi Darma mengaku akan melakukan kunjungan ke Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (EDSM), Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan PT Pertamina Tbk untuk menjajaki dibangunnya kilang minyak terbesar tersebut.

Bahkan, rencana tersebut lanjut Adi Dharma akan disampaikan langsung ke Presiden RI Joko Widodo saat pertemuan dengan para kepala daerah.

"Pada momen pertemuan dengan para kepala daerah yang rencananya dilaksanakan dalam waktu dekat ini, saya akan menyampaikan langsung aspirasi masyarakat Bontang kepada pak Presiden," ujar Adi Dharma.
Salah satu poin inti yang akan disampaikan kepada Jokowi tambah dia yakni, kesiapan Bontang menjadi tuan rumah pembangunan kilang pengolahan minyak berkapasitas 300 ribu barel per hari/bph itu.

"Informasinya, presiden akan mengundang lagi semua kepala daerah tahun ini, tapi bertahap dan yang hadir mungkin hanya sekitar 50 peserta. Jika pertemuan itu jadi, saya akan sampaikan langsung kepada bapak Presiden agar rencana pembangunan kilang di Bontang dilanjutkan, kalau bisa dipercepat," ungkap Adi Dharma.

Alasan kesiapan Kota Bontang sebagai lokasi pembangunan kilang terbesar di Indonesia itu menurut Adi Dharma karena letaknya yang sangat strategis serta lahan pembangunan sudah siap.

"Selain unggul dalam hal penyediaan lahan, dukungan infrastruktur seperti pelabuhan laut dan bandara juga sudah tersedia, sehingga memudahkan investor untuk menanamkan modalnya di Bontang," katanya.

"PT Pertamina juga sudah memiliki bank tanah di Bontang dengan luas sekitar 500 hektare yang masuk dalam kawasan industri PT Badak NGL," ungkap Adi Dharma.(ant/b1/mk03)
Tuesday, January 13, 2015 | 0 komentar | Read More